BULUKUMBA, SAPARAKYAT.COM-Warga pesisir Kajang Kassi kembali melaksanakan ritual adat tahunan Mappanre Tasi atau Mappanre ri Tasi’e, sebuah tradisi budaya masyarakat Bugis yang bermakna “memberi makan laut”. Ritual sakral ini digelar pada Jum’at, 30 Januari 2026 siang, bertempat di Kelurahan Tanah Jaya, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Mappanre Tasi merupakan tradisi pesta laut atau pesta pantai yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat nelayan Bugis. Ritual ini menjadi simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil laut yang melimpah, sekaligus sebagai doa keselamatan dan permohonan perlindungan dari marabahaya saat melaut.
Prosesi ritual berlangsung khidmat dengan melibatkan tokoh adat, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga setempat. Puluhan kapal nelayan yang biasa digunakan untuk mencari ikan tampak berjejer di pesisir, dihiasi dengan berbagai ornamen warna-warni, menambah semarak suasana acara.
Dalam pelaksanaannya, sajian yang diberikan pada masa lalu berupa rusa. Namun seiring waktu dan keterbatasan, sajian tersebut kini digantikan dengan hewan ternak seperti sapi, kambing, kerbau, atau ayam. Sajian tersebut kemudian dilepaskan ke laut sebagai simbol penghormatan, persembahan, dan rasa syukur kepada Sang Pencipta atas limpahan rezeki laut.
Selain ritual utama, kegiatan ini juga diramaikan dengan beragam perayaan budaya dan permainan rakyat yang menjadi hiburan bagi masyarakat. Tradisi ini tidak hanya mengandung nilai spiritual, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga serta memperkuat identitas budaya pesisir.
Salah satu pengusaha lokal, Olleng, mengapresiasi pelaksanaan tradisi Mappanre Tasi yang dinilainya memiliki nilai budaya dan sosial yang tinggi.
“Tradisi Mappanre Tasi ini bukan hanya warisan budaya leluhur, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu bersyukur atas rezeki laut dan menjaga kelestarian alam,” ujar Olleng.
Namun, di balik kemeriahan tradisi tersebut, tersimpan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan laut. Mappanre Tasi menjadi pengingat bahwa manusia yang tinggal di daratan memiliki tanggung jawab besar terhadap ekosistem laut, sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersikap bijak dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan alam.
Lurah Tanah Jaya, MUHAMMAD RIJAL, S.E bersama para tokoh masyarakat turut hadir dan menyampaikan apresiasi atas komitmen warga dalam menjaga dan melestarikan tradisi leluhur. Menurut mereka, Mappanre Tasi bukan sekadar ritual adat, tetapi juga sarana edukasi budaya dan lingkungan bagi generasi muda.
Melalui pelaksanaan Mappanre Tasi, masyarakat Kajang Kessi berharap hasil laut tetap melimpah, aktivitas melaut berjalan aman, serta nilai-nilai budaya Bugis terus hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi.





