Bone Beramal Cup 2026 Diprediksi Diserbu Penonton, Pemain Luar Jadi Daya Tarik Utama

BONE, SAPARAKYAT.COM -Turnamen sepak bola Bone Beramal Cup 2026, yang berdasarkan informasi panflet resmi akan terselenggara pada 10-24 Mei 2026 di Stadion Lapatau, Watampone, diprediksi menyedot perhatian besar pecinta sepak bola di Kabupaten Bone dan sekitarnya.

Keputusan panitia yang membebaskan setiap tim merekrut pemain dari luar daerah menjadi daya tarik utama dalam kompetisi antar-kecamatan tersebut. Panitia memberikan kesempatan kepada setiap tim untuk memanggil atau merekrut pemain luar Kabupaten Bone, dengan kuota maksimal lima pemain luar per tim.

Selain lima pemain luar tersebut, hingga saat ini panitia belum memberikan keterangan resmi mengenai status sisa pemain. Belum dipastikan apakah pemain lainnya diwajibkan berdomisili di kecamatan masing-masing, dengan bukti berupa kartu tanda penduduk fisik asli, atau boleh berasal dari lintas kecamatan di Kabupaten Bone.

Baca Juga:  28 Pejabat Lingkup Pemkab Bone Ikuti Uji Kompetensi

Kebijakan ini diyakini tidak hanya meningkatkan kualitas pertandingan, tetapi juga menghadirkan tontonan yang lebih kompetitif dan menghibur. Stadion Lapatau, yang berlokasi di Jalan Reformasi, Kelurahan Macanang, Kecamatan Tanete Riattang Barat, diperkirakan akan dipadati penonton sepanjang turnamen berlangsung.
Antusiasme masyarakat pun mulai terasa jauh hari sebelum pelaksanaan.

Salah satu penikmat sepak bola, Rusli (68) lebih akrab dipanggil OM Rusli, warga Kelurahan Bukaka, mengungkapkan optimismenya terhadap ajang ini.

“Pertandingan bulan Mei nanti pasti seru. Apalagi ada pemain dari luar daerah, tentu kualitasnya di atas rata-rata. Ini akan jadi tontonan menarik sekaligus pembelajaran bagi pemain lokal,” ujarnya.

Menurut Rusli, kehadiran pemain luar tidak hanya meningkatkan gengsi kompetisi, tetapi juga memberi dampak positif bagi pemain lokal yang dapat belajar langsung dari teknik dan pengalaman pemain yang lebih matang.

Baca Juga:  Srikandi PT PLN (Persero) UP3 Watampone Menyemarakkan Peringatan Hari Kebaya Nasional

Selain berdampak pada dunia olahraga, turnamen ini juga diperkirakan akan menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Lonjakan jumlah penonton diyakini akan memberikan keuntungan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar stadion.

“Kalau penonton ramai, pedagang pasti ikut untung. Ini bagus untuk perputaran ekonomi masyarakat,” tambahnya saat menyaksikan laga uji coba di salah satu lapangan mini soccer di Kota Watampone.

Turnamen ini terselenggara melalui kolaborasi antara Pemerintah Daerah Kabupaten Bone, PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia), serta AAS Community, dengan label Bone Beramal Cup 2026. Sinergi tersebut menjadi bukti nyata dukungan lintas pihak dalam memajukan sepak bola daerah.

Para pecinta sepak bola berharap ajang ini tidak hanya digelar sesekali, melainkan dapat menjadi agenda rutin tahunan. Mereka menilai dampak yang ditimbulkan sangat besar, baik dalam pembinaan pemain maupun bagi masyarakat luas.

Baca Juga:  YBM PLN ULP Sengkang Borong Dagangan UMKM di Pasar Mini dan Bagikan ke Masyarakat

“Kami berharap turnamen seperti ini bisa rutin setiap tahun, bukan hanya momentum tertentu. Dampaknya sangat besar,” tutup Rusli.

Meski waktu pelaksanaan masih beberapa pekan lagi, geliat persiapan sudah terasa di 27 kecamatan di Kabupaten Bone. Para pemain mulai intens menjalani latihan untuk menghadapi proses seleksi yang akan dilakukan oleh masing-masing manajer tim. Hal ini menunjukkan keseriusan setiap kecamatan dalam membentuk skuad terbaik sekaligus tingginya antusiasme menyambut turnamen bergengsi tersebut.

Dengan kombinasi kualitas pertandingan, antusiasme penonton, dukungan berbagai pihak, serta potensi dampak ekonomi, Bone Beramal Cup 2026 diproyeksikan menjadi salah satu event olahraga paling meriah di Kabupaten Bone tahun ini.

Pos terkait