Dari Bone ke Makassar: Loyalitas AIS Tak Luntur Meski Arsenal Kalah Dramatis

MAKASSAR, SAPARAKYAT.COM – Ratusan member Arsenal Indonesia Supporters (AIS) dari berbagai daerah tiba di Kota Makassar untuk menghadiri nonton bareng (nobar) final Liga Champions yang mempertemukan Arsenal kontra Paris Saint-Germain (PSG), Minggu (31 Mei 2026) dini hari wita.

Kegiatan nobar yang dimulai pukul 00.00 wita tersebut dipusatkan di Onkel John’s Coffee, Jalan Lanto Dg Pasewang, Makassar. Suporter datang dari berbagai kabupaten yang ada di wilayah Sulawesi Selatan seperti Kabupaten Bone, Soppeng, Sidrap, Maros, Wajo, hingga Barru.

Dari Kabupaten Bone, puluhan member AIS turut hadir dan menjadi bagian dari semarak nobar. Mereka rela menempuh perjalanan jauh demi menyaksikan laga puncak sekaligus mempererat silaturahmi antar sesama pendukung Arsenal.

Baca Juga:  Ketum PWI Pusat HCB Tanggapi Tuduhan Cash Back

Final ini mempertemukan dua tim dengan ambisi besar. Arsenal datang dengan rekor impresif, tak terkalahkan sepanjang turnamen, sementara PSG bertekad mempertahankan gelar juara yang diraih musim sebelumnya.

Sejak peluit awal dibunyikan, pertandingan berjalan dalam tempo tinggi. Arsenal langsung tampil menekan dan sukses membuka keunggulan cepat pada menit ke-5 melalui sepakan Kai Havertz (nomor punggung 29). Gol tersebut disambut sorak sorai para suporter, termasuk ratusan AIS yang memadati lokasi nobar.

Memasuki babak kedua, PSG meningkatkan intensitas serangan. Upaya mereka membuahkan hasil pada menit ke-65 setelah Khvicha Kvaratskhelia (nomor punggung 7) dijatuhkan di area terlarang. Wasit menunjuk titik putih, dan Ousmane Dembélé (nomor punggung 10) sukses mengeksekusi penalti untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Baca Juga:  Safari Ramadhan RSUD Pancaitana Perkuat Silaturahmi, Bupati Ajak Warga Dukung Visi MABERRE

Setelah gol tersebut, pertandingan semakin terbuka. Kedua tim saling melancarkan serangan dan menciptakan peluang berbahaya. Namun hingga waktu normal berakhir, skor tetap imbang dan laga dilanjutkan ke babak tambahan waktu (extra time).

Di babak tambahan, intensitas permainan tetap tinggi, tetapi tak ada gol tambahan yang tercipta. Penentuan juara pun harus ditentukan melalui adu penalti.

Dalam drama adu penalti, PSG tampil lebih tenang dan akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 4-3. Kemenangan ini sekaligus memastikan PSG mempertahankan gelar Liga Champions musim 2025/2026, sekaligus menjadi trofi kedua mereka secara beruntun setelah musim 2024/2025.

Suasana nobar di Makassar berlangsung penuh emosi. Sorak sorai, teriakan, hingga ketegangan saat adu penalti terasa begitu hidup, terutama bagi puluhan member AIS asal Bone yang hadir langsung. Meski Arsenal harus mengakui keunggulan lawan, loyalitas para pendukung tidak surut hingga akhir pertandingan.

Baca Juga:  Banjir Rendam Permukiman di Watampone, Warga Soroti Drainase Tersumbat

Ketua AIS Bone, Ismail, menegaskan bahwa kebersamaan menjadi nilai utama dalam kegiatan tersebut.

“Ini bukan hanya soal menang atau kalah. Kebersamaan teman-teman AIS, khususnya dari Bone, menjadi hal utama. Kami tetap bangga dan akan terus mendukung Arsenal dalam kondisi apa pun,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus menjadi agenda rutin, sekaligus memperkuat solidaritas dan eksistensi komunitas Arsenal Indonesia Supporters di Sulawesi Selatan.

Pos terkait