BONE, SAPARAKYAT.COM-Turnamen sepak bola antar kecamatan se-Kabupaten Bone, BerAmal Cup 2026, kembali menghadirkan laga bergengsi yang diprediksi berlangsung panas.
Duel antara Kecamatan Lapri melawan Kecamatan Mare pada Rabu, 6 Mei 2026, di stadion Lapatau watampone bahkan disebut-sebut serasa partai final meski baru di fase awal turnamen.
Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pukul 14.00 wita ini dipastikan digelar di bawah terik matahari. Namun, panasnya cuaca diyakini tak akan mengurangi tensi tinggi di lapangan. Kedua tim dikenal sebagai lumbung talenta sepak bola di Kabupaten Bone yang kerap melahirkan pemain-pemain berkualitas.
Meski bermain di siang hari, kedua tim dipastikan mampu tampil maksimal dan menyuguhkan permainan terbaik. Namun begitu, tantangan tetap ada. Dalam beberapa hari terakhir, musim hujan mulai melanda Kabupaten Bone. Perubahan cuaca yang tak menentu ini bisa memengaruhi kondisi lapangan dan jalannya pertandingan kapan saja.
Kecamatan Mare datang dengan status mentereng sebagai juara bertahan dua kali berturut-turut pada ajang antar kecamatan di masa pemerintahan sebelumnya. Publik kini menanti, apakah Mare mampu mempertahankan dominasinya di era kepemimpinan Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. dan Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, SP., M.M., yang mengusung semangat “Rise of Champions”.
Di kubu Kecamatan Lapri, kekuatan tim juga tak kalah menjanjikan. Salah satu pemain senior yang menjadi sorotan adalah Junaedi. Berposisi sebagai gelandang, ia akan menjadi kunci dalam mengatur tempo permainan. Dengan pengalaman dan fisik yang masih kuat, Junaedi diharapkan mampu menjaga keseimbangan tim.
Lapri juga memiliki sosok gelandang muda Gunawan yang akan berduet dengan Junaedi di lini tengah. Kombinasi pengalaman dan energi muda ini menjadi kekuatan utama Lapri dalam mengontrol jalannya pertandingan.
Dari sisi strategi, Lapri dipastikan akan menurunkan komposisi pemain lokal saat menghadapi Mare.
“Untuk pertandingan menghadapi Mare, kita menurunkan pemain lokal,” ujar Gunawan yang akrab disapa Gunsol.
Meski demikian, peluang menghadirkan pemain tambahan tetap terbuka. Sesuai regulasi panitia pelaksana, setiap tim masih diperbolehkan mendatangkan pemain baru selama daftar susunan pemain belum ditutup sesuai kesepakatan saat technical meeting.
Sementara itu, salah satu penggemar sepak bola, Aswan (42), memprediksi Lapri akan sedikit unggul dalam penguasaan bola. Ia menilai kekuatan lini tengah menjadi faktor pembeda.
“Lapri kemungkinan unggul tipis dalam penguasaan bola, 55 persen berbanding 45 persen, apalagi lini tengah mereka cukup kuat,” singkatnya.
Jika mampu melewati Mare, Lapri bahkan membuka peluang untuk mendatangkan pemain tambahan demi menghadapi persaingan yang semakin ketat, mengingat mereka berada di grup yang disebut sebagai “grup neraka”.
Siapa pun yang keluar sebagai pemenang dalam laga ini akan langsung dihadapkan pada tantangan berat di babak 16 besar. Kecamatan Barebbo sudah menunggu setelah sebelumnya menang telak 4-1 atas Salomekko, menjadikan jalur menuju gelar semakin terjal.
Dengan gengsi tinggi dan kualitas pemain yang dimiliki kedua tim, duel Lapri kontra Mare dipastikan menjadi salah satu laga paling dinanti di BerAmal Cup 2026. Penonton akan disuguhkan pertarungan penuh determinasi, strategi, dan semangat juang tinggi-dengan satu pertanyaan besar: apakah cuaca akan bersahabat, atau justru menjadi “lawan tak terlihat” di laga panas ini?





