Pasar Tanrung Lebbae Memprihatinkan, Kadis Perdagangan: Usulan Perbaikan Pasar ke Kementerian Belum Terealisasi

Potret: Kondisi Terkini Atap Pasar Tanrung, Desa Lebbae, Kecamatan Ajangale

BONE, SAPARAKYAT.COM – Kondisi Pasar Tanrung yang terletak di Desa Lebbae, Kecamatan Ajangale, Kabupaten Bone, kini memprihatinkan dan jauh dari kata layak jika dibandingkan dengan pasar tradisional lainnya. Pasar yang telah berdiri lebih dari 40 tahun itu hingga kini belum pernah tersentuh bantuan perbaikan dari pemerintah.

Sebagai salah satu pasar tradisional yang cukup ramai di Kecamatan Ajangale, aktivitas jual beli di Pasar Tanrung berlangsung sejak pagi buta hingga menjelang siang. Para pedagang dan pembeli datang tidak hanya dari Desa Lebbae dan sekitarnya, tetapi juga dari kecamatan lain bahkan dari Kabupaten Soppeng, mengingat letaknya yang berbatasan langsung dengan wilayah tersebut.

Namun di balik tingginya aktivitas ekonomi, kondisi fisik pasar justru sangat memprihatinkan. Fasilitas yang ada dinilai tidak lagi memadai untuk menunjang kenyamanan dan keselamatan para pedagang maupun pengunjung.

Baca Juga:  Inspektorat Diminta Bertindak atas Dugaan proyek bermasalah di Desa Lappo Ase

Berdasarkan pantauan awak media pada Sabtu pagi, 13 Juni 2026, kerusakan parah terlihat pada area penjual ikan. Atap pasar bukan hanya bocor, tetapi sudah mengalami kerusakan serius. Tiang penyangga, balok, hingga bagian atap banyak yang hancur, sehingga membahayakan para pedagang yang beraktivitas di bawahnya.

Selain itu, akses jalan menuju area pasar dan lorong-lorong juga menjadi keluhan utama. Saat hujan turun, genangan air kerap menutupi jalan sehingga sulit dilalui oleh pembeli maupun pedagang. Kondisi ini dinilai sangat menghambat aktivitas perdagangan.

Ironisnya, di tengah kondisi pasar yang memprihatinkan, para pedagang mengaku tetap rutin membayar retribusi pasar dan parkiran. Pembayaran tersebut bahkan ditagih langsung setiap hari pasar oleh pegawai dari dinas terkait. Hal ini menambah harapan pedagang agar ada timbal balik berupa perhatian dan perbaikan fasilitas dari pemerintah.

Baca Juga:  Partai semifinal dan final turnament badminton se-kabupaten Bone Panrita cup 1

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bone, Muhammad Rusdi, S.Pd., M.Pd., mengakui pihaknya telah berupaya mengajukan perbaikan ke pemerintah pusat.

“Kami Dinas Perdagangan dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Bone sudah mengupayakan dengan melakukan koordinasi ke Kementerian Perdagangan RI. Beberapa pasar sudah kami ajukan proposal perbaikan langsung ke kementerian, namun sampai sekarang belum ada realisasinya. Tapi kami tetap terus berusaha untuk mencari solusinya,” ujarnya.

Terkait keluhan pedagang dan pembeli mengenai kondisi lorong-lorong pasar yang rusak, ia menyebut perbaikan akan diajukan ke pihak berwenang.

“Nanti kami ajukan ke pihak yang berkewenangan dengan anggaran, karena di Dinas Perdagangan tidak ada anggaran untuk perbaikan pasar. Adapun terkait retribusi yang kami tarik dari pasar itu merupakan PAD dan langsung kami setor ke kas daerah, tidak ada yang tinggal di Dinas Perdagangan,” kata muhammad Rusdi, saat dihubungi awak media.

Baca Juga:  Polisi Bekuk Pembunuh Di Kecamatan Amali, Pura-pura Menolong Korban 

Para pedagang berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah agar kondisi pasar segera dibenahi. Mereka menginginkan pasar yang lebih layak, aman, dan nyaman agar roda perekonomian masyarakat tetap berjalan dengan baik.

Padahal, Pasar Tanrung yang berada di jalur strategis poros Bone–Soppeng ini memiliki potensi besar sebagai pusat perdagangan lintas wilayah. Dengan kondisi yang lebih baik, pasar ini diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik dari Kabupaten Bone maupun daerah tetangga seperti Soppeng dan Wajo.

Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan kondisi pasar akan semakin memburuk dan berisiko terhadap keselamatan para pedagang serta pengunjung yang setiap harinya menggantungkan aktivitas ekonomi di tempat tersebut.

Pos terkait