BONE,SAPARAKYAT.COM-Duka kembali menyelimuti warga Desa Telle, Kecamatan Ajangale, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Baru lebih dari sepekan pasca kebakaran sebelumnya, si jago merah kembali mengamuk dan menghanguskan empat unit rumah warga hingga hanya menyisakan puing-puing.
Peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada Sabtu dini hari, 31 Januari 2026, sekira pukul 01.30 wita. Api dengan cepat membesar dan menjalar ke rumah-rumah yang berada saling berdekatan, membuat warga panik dan berupaya menyelamatkan diri serta harta benda seadanya.
Mendapat laporan kejadian, personel Polsek Ajangale yang terdiri dari anggota jaga dan Kanit IK Polsek Ajangale, AIPTU Paisal, langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan dan pendataan di tempat kejadian perkara (TKP).
Empat rumah yang terdampak kebakaran masing-masing milik Burhan alias Dg. Makkita (55), Sabri (58), Abd Wahe (55), dan Masse (50). Seluruh korban berprofesi sebagai petani, kecuali Masse yang merupakan ibu rumah tangga.
Akibat kebakaran tersebut, para korban mengalami kerugian materi yang cukup besar.
Rumah panggung milik Burhan hangus beserta emas sekitar 30 gram dan uang tunai Rp5 juta, dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp70 juta. Sabri kehilangan rumah semi permanennya beserta emas 35 gram dan uang tunai Rp25 juta, dengan total kerugian sekitar Rp75 juta. Sementara Abd Wahe juga kehilangan rumah semi permanen berikut emas 30 gram dan uang tunai Rp5 juta, dengan total kerugian sekitar Rp70 juta.
Rumah panggung milik Masse turut ludes terbakar dengan kerugian ditaksir mencapai Rp85 juta, termasuk emas sekitar 15 gram.
Berdasarkan keterangan sementara, api pertama kali muncul dari rumah Burhan alias Dg. Makkita, tepatnya di bagian tengah rumah dekat televisi. Api kemudian dengan cepat menjalar ke rumah Sabri, dilanjutkan ke rumah Abd Wahe, hingga akhirnya membakar rumah Masse.
Upaya pemadaman berlangsung selama kurang lebih satu setengah jam. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.00 Wita setelah empat unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi, masing-masing dua unit dari Kabupaten Bone dan dua unit dari Kabupaten Wajo.
Beruntung, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa. Namun, seluruh korban kini harus kehilangan tempat tinggal dan harta benda mereka.
Pihak kepolisian menduga penyebab kebakaran berasal dari arus pendek listrik. Hingga kini, aparat masih melakukan penyelidikan lebih lanjut serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan pascakebakaran





