BONE, SAPARAKYAT.COM – Waktu seperti sedang dipeluk hangat oleh euforia. Hanya tersisa empat hari lagi menuju puncak Beramal Cup 2026, namun denyutnya justru semakin terasa hidup, mengalir deras di setiap sudut Stadion Lapatau Matanna Tikka.
Turnamen ini bukan sekadar kompetisi, ia menjelma menjadi panggung megah yang merayu hati, menyatukan semangat, dan membingkai mimpi-mimpi para pemain dari seluruh penjuru Kabupaten Bone.
Mengusung tema “Rise of Champions”, ajang ini menghadirkan 27 kecamatan se-kabupaten Bone yang bertarung dengan gengsi dan harga diri. Hari demi hari, penonton disuguhkan pertandingan yang bukan hanya menarik, tetapi juga berkelas. Lapangan hijau itu seperti bercerita, tentang determinasi, tentang kerja keras, dan tentang ambisi yang tak pernah padam.
Kualitas turnamen ini terasa begitu istimewa. Banyak tim diperkuat oleh pemain-pemain luar daerah, bahkan mereka yang pernah merasakan atmosfer kerasnya Liga 2 hingga mencicipi panggung Liga 1 Indonesia. Sentuhan profesional itu berpadu dengan semangat lokal, melahirkan tontonan yang memikat sekaligus membanggakan.
Namun di balik gemerlap pertandingan, ada tangan-tangan dingin yang bekerja dalam senyap. Sosok Edy Saputra Syam, sang ketua panitia, menjadi arsitek di balik megahnya perhelatan ini. Ide-idenya mengalir tajam, menghadirkan konsep yang bukan hanya tertata rapi, tetapi juga terasa hidup di setiap detailnya.
Di sisi lain, ada nama Muh. Rizal, lahir di Bone 34 tahun yang lalu, ia lebih akrab disapa Beta dan berdomisili di jalan Husain Jedawi kota Watampone. Ia dikenal sebagai seorang wasit futsal di Kabupaten Bone, profesi yang menuntut ketegasan, ketelitian, sekaligus kepekaan membaca permainan. Karakter itu pula yang ia bawa ke dalam kepanitiaan.
Dengan pembawaan yang tenang dan bersahaja, ia menjadi energi yang mengikat seluruh elemen panitia. Pengalamannya di lapangan membuatnya piawai dalam mengatur ritme kerja, meramu strategi, hingga memastikan setiap detail berjalan tanpa cela.
Berbekal pengalaman mengelola berbagai turnamen, Rizal mampu berkolaborasi dengan semua lini. Kehadirannya bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi penting yang menjaga kualitas Beramal Cup tetap berada di level tertinggi.
Beramal Cup 2026 dijadwalkan mencapai klimaksnya pada Ahad sore, 17 Mei 2026.
Sesuai apa yang disampaikan oleh ketua panitia saat pembukan Beramal Cup 2026, senin 4 Mei, jika tak ada aral melintang sebelum peluit panjang final ditiup, masyarakat Bone akan dimanjakan dengan laga penuh nostalgia, pertandingan eksebisi antara legenda PSM Makassar melawan legenda Persib Bandung.
Di stadion yang berdiri megah di Jalan Reformasi, Kelurahan Macanang, Kecamatan Tanete Riattang Barat itu, sejarah kecil sedang ditulis. Bukan hanya tentang siapa yang akan menjadi juara, tetapi tentang bagaimana sebuah daerah mampu menghadirkan perhelatan yang berkelas, menyatukan ribuan hati dalam satu irama: sepak bola.
Dan ketika nanti peluit panjang dibunyikan sebagai tanda laga final berakhir, satu hal akan tetap Terngiang menjadi sebuah kenangan tentang Beramal Cup 2026, yang tak sekadar hadir, tetapi benar-benar menggoda waktu untuk berhenti sejenak dan menikmati keindahannya.





