Pemkab Bone Gelar Ziarah Makam Raja dan Bupati Sambut HJB ke-696

BONE, SAPARAKYAT. COM-Pemerintah Kabupaten Bone kembali melaksanakan ritual tahunan berupa ziarah makam para raja dan bupati sebagai rangkaian menyambut Hari Jadi Bone (HJB) ke-696 tahun 2026.

Kegiatan yang sarat nilai sejarah dan penghormatan terhadap leluhur ini rutin digelar setiap tanggal 6 April. Namun, rangkaian ziarah telah dimulai lebih awal sebagai bagian dari agenda peringatan hari jadi daerah yang memiliki jejak panjang dalam sejarah Sulawesi Selatan tersebut.

Pada Rabu pagi, 1 April 2026, Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., bersama pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan kunjungan ke Situs Raja Bone pertama, Mata Silompoe. Beliau dikenal dengan gelar Manurungnge ri Matajang, yang secara harfiah berarti “Yang turun di Matajang.”

Baca Juga:  Personel Satlantas Polres Bone Lakukan Pam Car Free Day

Situs tersebut terletak di Jalan Manurungnge, Kelurahan Manurungnge, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Setelah kunjungan dari Situs Manurungnge ri Matajang, Bupati Bone melanjutkan ziarah makam raja dan bupati yang berada di beberapa titik di Kota Watampone. Rangkaian ziarah juga dilanjutkan ke makam Raja Bone Lapatau Matanna Tikka yang terletak di Nagauleng, Kecamatan Cenrana.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bone juga memberikan perhatian terhadap kondisi situs bersejarah yang dikunjungi.

“Kepada Dinas Kebudayaan, saya mengharapkan agar situs ini direnovasi dan di bagian depan dibuatkan atap agar pada saat hujan para tamu tidak kehujanan,” ujar Andi Asman Sulaiman.

Kunjungan ini menjadi simbol penghormatan kepada pendiri Kerajaan Bone sekaligus refleksi atas perjalanan panjang daerah yang kini telah berusia 696 tahun. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat nilai-nilai kebersamaan serta memperkuat semangat membangun Bone ke arah yang lebih maju.

Baca Juga:  IAIN Parepare Sukses Gelar Rapat Tingkat Manajemen Tingkat Fakultas, Pasca Sarjana, Lembaga dan Institut

Tradisi ziarah makam para raja dan bupati ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mengandung makna mendalam sebagai bentuk penghargaan atas jasa para pemimpin terdahulu yang telah meletakkan dasar pembangunan dan peradaban di Bumi Arung Palakka.

Pos terkait