BONE, SAPARAKYAT.COM – Laga hidup mati berubah jadi panggung keganasan Persibone U-13. Gowa United harus menjadi tumbal setelah takluk 0-1 dalam duel panas penentuan Grup D Piala Soeratin U-13 Sulawesi Selatan 2026 di Lapangan Yon Zipur 8/SMG, selasa sore, 26 Mei.
Tak ada pilihan bagi Persibone selain menang. Tekanan tinggi sejak awal justru dibayar dengan permainan agresif tanpa kompromi. Anak asuh Coach Damara langsung menggebrak, menekan pertahanan lawan dengan intensitas tinggi seolah tak memberi ruang bernapas.
Meski sudah tersingkir, Gowa United tampil tanpa beban dan sempat beberapa kali mengancam. Serangan balik cepat mereka membuat lini belakang Persibone bekerja ekstra keras. Namun, determinasi Persibone tak goyah, mereka datang bukan untuk bertahan, tapi untuk bertarung habis-habisan.
Momen penentuan akhirnya datang. Alif kembali muncul sebagai algojo. Satu sentuhan tajamnya menjadi gol tunggal yang memecah kebuntuan sekaligus “mengubur” harapan Gowa United. Gol itu terasa seperti vonis, tiga poin mutlak dan tiket 16 besar dalam genggaman.
Pertandingan makin panas di sisa waktu. Duel keras, tensi tinggi, dan tekanan dari kedua tim tak terhindarkan. Namun hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap tak berubah. Persibone berdiri sebagai pemenang, sementara Gowa United benar-benar menjadi tumbal di laga krusial ini.
Pelatih Persibone mengakui laga tersebut bukan perkara mudah. “Mereka bermain lepas dan sempat merepotkan kami. Tapi anak-anak menunjukkan mental luar biasa,” ujarnya.
Manager tim, Rudi Pallaskampong, tak bisa menyembunyikan rasa bangga. Ia menyebut kemenangan ini lahir dari semangat pantang menyerah para pemain muda.
“Ini bukan sekadar menang, ini soal mental dan keberanian mereka di lapangan,” tegasnya.
Kapten tim, Akram, mempersembahkan kemenangan tersebut untuk masyarakat Bone. “Ini untuk Bone. Kami akan terus berjuang dan tidak berhenti sampai di sini,”
ucapnya penuh semangat.
Hasil ini memastikan Persibone finis sebagai runner up Grup D dan melangkah ke babak 16 besar. Tantangan lebih berat sudah menanti, namun dengan mental tempur seperti ini, Persibone U-13 jelas bukan sekadar peserta, mereka datang sebagai ancaman nyata.





