Teduh dalam Kekalahan, Kuat dalam Pengabdian: Sosok Andi Sulistiawati Jadi Cermin Kedewasaan Demokrasi Desa Opo

BONE, SAPARAKYAT. COM – Di tengah riuhnya pesta demokrasi Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (PAW) Desa Opo, Kecamatan Ajangale, terselip kisah yang terasa teduh tentang keteguhan hati seorang perempuan, Andi Sulistiawati.

Perempuan kelahiran tahun 1986 itu menjadi salah satu kandidat dalam kontestasi yang digelar pada Kamis, 21 Mei 2026. Bagi dirinya, keikutsertaan dalam pemilihan bukan sekadar tentang menang atau kalah, melainkan bentuk niat tulus untuk mengabdi dan berkontribusi bagi masyarakat.

Saat hasil pemilihan belum berpihak kepadanya, Andi Sulistiawati tidak larut dalam kekecewaan. Dengan sikap lapang dan penuh keikhlasan, ia justru kembali menjalani aktivitasnya seperti biasa. Sehari setelah pemilihan, ia sudah kembali bekerja sebagai pegawai di Kantor Kecamatan Ajangale, menunjukkan bahwa pengabdian tidak harus selalu hadir melalui jabatan.

Baca Juga:  Lonjakan Pernikahan Usai Idulfitri, KUA Ajangale Catat 20 Pasangan di Bulan Syawal

Ketegaran dan ketenangan yang ia tampilkan menjadi penyejuk di tengah suasana pasca pemilihan. Ia memperlihatkan bahwa kedewasaan dalam berdemokrasi tidak hanya terlihat saat bertarung, tetapi juga saat menerima hasil dengan hati yang terbuka.

Dinamika demokrasi desa di Kabupaten Bone sendiri masih akan terus berlanjut. Sekitar tiga tahun ke depan, Pilkades serentak kembali akan digelar, seiring masa jabatan kepala desa hasil PAW yang hanya melanjutkan sisa periode. Hal ini membuka kembali peluang bagi putra-putri terbaik desa untuk kembali mengabdi melalui jalur kepemimpinan.

Meski demikian, Andi Sulistiawati saat ini memilih untuk fokus pada pengabdiannya. Ia belum memikirkan langkah politik ke depan, namun bukan tidak mungkin, pada momentum Pilkades mendatang, ia akan kembali hadir dengan semangat yang lebih matang.

Baca Juga:  Wabup Bone Tutup Retret Pejabat Daerah Tekankan Kepemimpinan Amanah Dan Kolaboratif

Dalam sikapnya yang penuh keteduhan, ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada kepala desa terpilih serta rasa terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan dukungan.

“Saya mengucapkan selamat kepada kepala desa terpilih. Semoga amanah dalam menjalankan tugas dan mampu membawa Desa Opo menjadi lebih baik ke depan. Perbedaan pilihan adalah hal yang biasa dalam demokrasi, namun persatuan dan kebersamaan tetap yang utama. Saya pribadi akan tetap mendukung setiap program yang bertujuan untuk kemajuan desa,” ujar Andi Sulistiawati.

 

“Saya juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Desa Opo yang telah memberikan kepercayaan dan memilih saya. Dukungan dan doa yang diberikan menjadi kehormatan tersendiri bagi saya. Mungkin kali ini Tuhan belum menakdirkan saya untuk memimpin, namun kebersamaan dan semangat kita tidak akan pernah berakhir. Saya akan tetap hadir dan mengabdi untuk masyarakat Desa Opo dengan cara saya,” lanjutnya.

Baca Juga:  Pengendara Dibawah Umur Dapat Teguran Dari Satlantas Polres Bone Demi Keselamatan

 

Ucapan tersebut menjadi penegas bahwa baginya, kebersamaan jauh lebih penting daripada sekadar kemenangan. Ia menunjukkan bahwa demokrasi yang sehat bukan hanya tentang siapa yang unggul, tetapi bagaimana setiap pihak mampu menjaga harmoni setelahnya.

Kisah Andi Sulistiawati bukan sekadar cerita tentang kalah atau menang, melainkan tentang keteguhan hati, keikhlasan menerima hasil, serta komitmen untuk terus mengabdi tanpa henti kepada masyarakat.

Pos terkait