Sudah Antre Online, Pasien RSUD Tenriawaru Malah Berdesakan di Loket Verifikasi Sidik Jari

BONE, Saparakyat.com — Harapan mendapatkan pelayanan lebih cepat melalui pendaftaran online menggunakan aplikasi JKN Mobile di RSUD Tenriawaru Bone justru dikeluhkan sejumlah pasien dan keluarga pasien.

Keluhan itu terjadi pada Rabu 2 September 2026 pagi. Pasien yang telah mengikuti arahan petugas dan melakukan pendaftaran melalui aplikasi masih harus menghadapi kerumunan saat melakukan verifikasi barcode dan sidik jari di tempat pendaftaran.

Salah seorang keluarga pasien, Andi Erik, mengaku telah melakukan pendaftaran secara online dan mendapatkan nomor antrean 6. Namun, ketika tiba di rumah sakit untuk melakukan verifikasi, ia melihat pasien justru berkerumun dan berlomba mendapatkan giliran.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat sistem antrean yang seharusnya memberikan kemudahan bagi pasien menjadi tidak efektif.

“Kita sudah mendaftar secara online dengan nomor antrean 6. Tujuannya supaya lebih mudah dan tidak perlu lama mengantre. Tapi setelah sampai di sini, tetap harus berdesak-desakan untuk melakukan sidik jari,” ujar Andi Erik.

Baca Juga:  Rawa Terate Rutin Banjir, Anies Bakal Cek Pabrik Sekitar

Ia meminta pihak RSUD Tenriawaru melakukan evaluasi terhadap mekanisme pelayanan tersebut. Menurutnya, nomor antrean yang telah diberikan melalui sistem online semestinya menjadi acuan dalam proses verifikasi.

“Kalau perlu disesuaikan nomor antreannya bagi orang yang mau melakukan sidik jari. Jangan tidak teratur seperti ini. Percuma kita mendaftar secara online untuk mempermudah, ujung-ujungnya tetap lama di tempat antrean,” keluhnya.

Keluhan serupa juga dirasakan Andi Clara (23), pasien asal Kecamatan Ajangale. Ia mengaku diarahkan menggunakan aplikasi JKN Mobile oleh pegawai RSUD Tenriawaru ketika hendak melakukan kontrol kesehatan.

Clara kemudian mengikuti langkah-langkah yang dianjurkan dan melakukan pendaftaran melalui aplikasi. Namun, setelah semua rampung, ia kembali harus mengantre di tengah kerumunan pasien untuk melakukan verifikasi barcode dan sidik jari.

Setelah menunggu sekitar satu jam, giliran Clara akhirnya tiba. Namun, proses verifikasi barcode dan sidik jari tidak berhasil dilakukan sehingga dirinya kembali diarahkan ke loket pendaftaran.

Baca Juga:  Teduh dalam Kekalahan, Kuat dalam Pengabdian: Sosok Andi Sulistiawati Jadi Cermin Kedewasaan Demokrasi Desa Opo

“Sudah mengikuti semua langkah yang dianjurkan, sudah mendaftar melalui aplikasi, tetapi setelah semua rampung, kita kembali antre di tempat sidik jari. Setelah menunggu sekitar satu jam, saat giliran saya ternyata tidak bisa diverifikasi dan disuruh kembali antre ke loket,” ungkapnya.

Clara mengaku kecewa lantaran dirinya datang dalam kondisi hendak melakukan kontrol kesehatan. Terlebih, kunjungan tersebut bukan kali pertamanya.

“Kita ini orang sakit yang mau kontrol. Katanya aplikasi untuk mempermudah, tetapi ternyata malah membuat lebih lama. Ini sudah kali kedua saya kontrol, tetapi prosesnya seperti mengulang lagi dari awal,” katanya.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di kalangan pasien, apakah sistem pendaftaran online yang diterapkan sudah berjalan sesuai tujuan awal, yakni memberikan kemudahan dan mempercepat proses pelayanan.

Pasien berharap pihak manajemen RSUD Tenriawaru dapat mengevaluasi alur antrean, khususnya pada tahap verifikasi barcode dan sidik jari, sehingga pasien yang telah mendapatkan nomor antrean secara online tidak kembali menghadapi antrean yang tidak teratur.

Baca Juga:  Menyala! Perang Gengsi di Beramal Cup 2026: Tonra vs Tanete Riattang Timur, Adu Kualitas Eks PSM Makassar

Mereka juga berharap sistem digitalisasi pelayanan kesehatan tidak hanya berhenti pada proses pendaftaran online, tetapi benar-benar mampu memangkas waktu tunggu pasien sejak datang hingga mendapatkan pelayanan.

Hingga berita ini dimuat, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen RSUD Tenriawaru Bone terkait keluhan pasien mengenai antrean pada proses verifikasi barcode dan sidik jari setelah melakukan pendaftaran melalui aplikasi JKN Mobile.

Upaya konfirmasi kepada pihak RSUD Tenriawaru terkait mekanisme antrean, kendala verifikasi, serta langkah evaluasi terhadap pelayanan tersebut masih diperlukan untuk memperoleh penjelasan secara utuh.

Pihak rumah sakit diharapkan dapat memberikan klarifikasi mengenai alur pelayanan bagi pasien yang telah memperoleh nomor antrean secara online, termasuk apakah nomor antrean tersebut juga menjadi dasar dalam proses verifikasi barcode dan sidik jari.

Pos terkait