BONE, SAPARAKYAT.COM –– Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Bone, Hasnawati Ramli, S.Sos., M.Si., melakukan monitoring pasca penyaluran bantuan kepada perempuan kepala keluarga (PEKKA) yang tergolong dalam kategori kemiskinan ekstrem di Desa Lebbae, Kecamatan Ajangale, Selasa 21 Juli 2026 siang.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Lebbae, Jalan Poros Bone–Soppeng, tersebut bertujuan untuk memastikan bantuan yang telah disalurkan benar-benar diterima dan dimanfaatkan oleh para penerima manfaat sesuai peruntukannya.
Hasnawati Ramli mengatakan, monitoring ini merupakan bagian dari evaluasi pemerintah daerah dalam mengawal efektivitas program pemberdayaan perempuan, khususnya bagi perempuan kepala keluarga yang berada dalam kondisi rentan secara ekonomi.
“Monitoring ini penting untuk memastikan bantuan yang diberikan benar-benar bermanfaat bagi penerima. Kami berharap program ini dapat membantu meningkatkan kesejahteraan perempuan kepala keluarga sekaligus mendorong kemandirian ekonomi mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan, DP3A Kabupaten Bone akan terus melakukan pendampingan dan evaluasi agar program penanganan kemiskinan ekstrem berjalan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Plt. Kepala Desa Lebbae, Andi Suhartono, mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Bone melalui DP3A yang terus melakukan pendampingan kepada masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada DP3A Kabupaten Bone atas perhatian dan pendampingan yang diberikan kepada warga kami. Pemerintah Desa Lebbae siap mendukung dan mengawal setiap program agar bantuan yang disalurkan benar-benar memberikan manfaat serta membantu meningkatkan kesejahteraan perempuan kepala keluarga di desa ini,” ungkap Andi Suhartono.
Melalui kegiatan monitoring tersebut, diharapkan program penanganan kemiskinan ekstrem melalui pemberdayaan perempuan dapat berjalan secara optimal dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Desa Lebbae.





