31 Tenda SD Sederajat Dinilai, SDN 114 Manciri Jadi Lokasi Awal dan SD Inpres 12/79 Lebbae Dipantau

BONE, SAPARAKYAT.COM – Sehari menjelang puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, suasana semarak terlihat di kawasan Lapangan Merdeka Dulung’na Ajangale, Jalan poros Bone-Wajo, kelurahan Pompanua Riattang, Kecamatan Ajangale.

Sebanyak 31 tenda perkemahan dari sekolah dasar (SD) sederajat se-Kecamatan Ajangale menjadi sasaran penilaian tim dari Kecamatan Ajangale. Penilaian berlangsung pada Ahad, 16 Agustus 2026 malam, dengan tim penilai mendatangi tenda demi tenda untuk menentukan peserta terbaik tahun 2026.

Lokasi pertama yang menjadi sasaran penilaian adalah SDN 114 Manciri. Tim penilai mendatangi langsung tapak kemah untuk melihat kesiapan dan kelengkapan tenda yang telah dipersiapkan masing-masing regu.

Sementara itu, awak media turut memantau secara langsung proses penilaian di SD Inpres 12/79 Lebbae. Proses penilaian berlangsung dengan memperhatikan berbagai aspek, mulai dari kebersihan, kerapian, kelengkapan atribut hingga kreativitas peserta dalam menata area perkemahan.

Baca Juga:  Menjaga Listrik Tetap Nyala, PLN UP3 Watampone Launching 'PDKB RECCA'

Kerapian dan Kelengkapan Tenda

Salah satu aspek utama yang dinilai adalah kerapian dan kelengkapan tenda atau tapak kemah. Tim penilai melihat bagaimana setiap regu menata dan mengelola lingkungan perkemahan mereka.

Aspek kebersihan menjadi perhatian, antara lain kondisi area yang bebas dari sampah, tersedianya tempat sampah serta saluran air yang dapat berfungsi dengan baik.

Dari sisi kerapian, penilaian meliputi pemasangan pasak yang kuat dan tegang, tali-temali atau pionering yang rapi, hingga penataan barang bawaan anggota regu.

Penataan ruang juga menjadi bagian penting. Setiap regu diharapkan memiliki pembagian zona yang jelas antara tenda utama, tenda dapur serta area jemuran sehingga kawasan perkemahan terlihat tertib dan nyaman.

Baca Juga:  Wakil Bupati Bone Hadiri Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Regional Sulawesi, Sulsel Unggul dalam Inovasi Pembiayaan Daerah

Tim penilai juga memeriksa kelengkapan atribut, seperti papan identitas pangkalan atau sekolah, nama regu, daftar anggota, bendera Merah Putih serta atribut Pramuka termasuk bendera WOSM.

Kreativitas peserta juga menjadi perhatian. Dekorasi bernuansa kemerdekaan, khususnya merah putih, menjadi nilai tambah selama tetap mempertahankan unsur dan identitas kepramukaan.

Kedisiplinan dan Sikap Perilaku

Selain kondisi fisik tenda, kedisiplinan dan sikap perilaku peserta juga menjadi bagian dari penilaian. Aspek ini dilakukan dengan mengamati perilaku peserta selama kegiatan perkemahan berlangsung.

Ketepatan waktu menjadi salah satu indikator, baik saat mengikuti upacara, apel maupun kegiatan perlombaan.

Penggunaan pakaian dan atribut Pramuka secara lengkap juga diperhatikan, termasuk tanda pengenal atau atribut sesuai ketentuan.

Peserta juga dituntut mematuhi seluruh tata tertib perkemahan, termasuk menjaga ketenangan dan tidak membuat kegaduhan pada waktu malam.

Baca Juga:  Pemerintah Kelurahan Jeppe'e Gelar Agenda Tahunan, Yaitu:

Aspek lain yang menjadi perhatian adalah ketertiban dalam menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing peserta.

Sementara itu, kekompakan regu dinilai melalui kerja sama antaranggota dalam menjalankan berbagai tugas, mulai dari memasak, menjaga dan merawat tenda hingga mobilisasi barisan dalam mengikuti kegiatan.

Penilaian terhadap 31 tenda tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan memeriahkan HUT RI ke-81 di Kecamatan Ajangale. Persaingan antarpeserta berlangsung dengan semangat, masing-masing regu berupaya menunjukkan hasil terbaik dari persiapan yang telah dilakukan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk menanamkan nilai kedisiplinan, kemandirian, kreativitas, gotong royong dan semangat kebangsaan kepada generasi muda.

Penilaian berlangsung sehari sebelum puncak peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 pada Senin, 17 Agustus 2026.

Pos terkait