BONE, SAPARAKYAT.COM – Memasuki bulan Maulid Nabi Muhammad SAW, Toko H. Sulaeman di Jalan K.H. Agus Salim, Kelurahan Macege, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, diserbu pembeli hingga tengah malam. Tingginya permintaan berbagai perlengkapan male Maulid membuat aktivitas perdagangan di toko tersebut meningkat dibandingkan hari-hari biasa.
Sejak buka sekitar pukul 08.00 wita, pembeli terus berdatangan hingga toko harus memperpanjang waktu operasional dan baru tutup sekitar pukul 24.00 wita. Pengunjung bukan hanya berasal dari Watampone, tetapi juga datang dari berbagai wilayah di luar kota.
Beragam perlengkapan rumah tangga seperti baskom, panci, ember, rak dan wadah lainnya menjadi incaran masyarakat. Barang-barang tersebut digunakan sebagai wadah male atau berkat Maulid yang biasanya dihias sedemikian rupa sebelum dibagikan dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Salah seorang karyawan Toko H. Sulaeman, Wahyu, mengatakan lonjakan pembeli sangat terasa setelah memasuki bulan Maulid.
“Kalau sebelum memasuki bulan Maulid, kami biasanya hanya menjual sampai sore dan sesekali sampai malam. Tapi kalau sudah masuk bulan Maulid, toko bisa tutup sekitar pukul 24.00 wita karena pembeli tidak henti-hentinya datang berbelanja,” kata Wahyu saat ditemui awak media, Selasa malam, 25 Agustus 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat lebih dari 10 karyawan harus bekerja ekstra untuk melayani pembeli. Meski harus lembur hingga tengah malam, para karyawan tetap bersemangat karena pihak toko memberikan upah yang dinilai sepadan dengan tenaga yang dikeluarkan.
“Alhamdulillah, lebih dari 10 karyawan tetap semangat bekerja meskipun harus lembur. Bos juga memberikan upah yang setara dengan tenaga yang kami keluarkan,” tuturnya.
Tingginya minat masyarakat terhadap perlengkapan Maulid juga terlihat dari pembeli yang datang dari luar kota Watampone.
Salah satunya, Andi. Hermawati dengan sapaan Andi. Herma, ia rela menempuh perjalanan sekitar 68 kilometer dari Desa Lebbae, Kecamatan Ajangale, menuju Toko H. Sulaeman di Watampone untuk berbelanja berbagai kebutuhan Maulid.
Andi. Herma mengaku memilih Toko H. Sulaeman karena banyaknya pilihan barang dengan harga yang menurutnya relatif terjangkau.
“Saya datang dari Desa Lebbae khusus untuk membeli perlengkapan Maulid. Di sini banyak pilihan dan harganya juga murah. Setiap bulan Maulid saya tidak pernah berbelanja di tempat lain selain di Toko H. Sulaeman,” kata Andi. Herma.
Dalam tradisi masyarakat lokal, male Maulid menggunakan baskom, panci atau ember merupakan sebutan untuk wadah berkat atau bingkisan Maulid yang dihias sedemikian rupa. Wadah tersebut kemudian diisi makanan atau berbagai kebutuhan lainnya untuk dibagikan dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Secara kebahasaan, maulid atau milad berasal dari bahasa Arab yang berarti hari lahir, sedangkan maulud merujuk pada sosok yang dilahirkan. Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi menjadi momentum bagi umat Islam untuk mengungkapkan rasa syukur atas kelahiran Rasulullah SAW.
Peringatan tersebut juga menjadi sarana untuk mengenang sejarah perjuangan Nabi Muhammad SAW, meneladani akhlak mulia beliau serta mempererat silaturahmi dan ukhuwah sesama umat Islam.
Di sisi lain, tradisi Maulid turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Meningkatnya kebutuhan terhadap berbagai perlengkapan male membuat aktivitas perdagangan ikut menggeliat, termasuk di Toko H. Sulaeman.
Ramainya pembeli hingga tengah malam menunjukkan bahwa semarak Maulid tidak hanya menghadirkan suasana keagamaan dan kebersamaan, tetapi juga menjadi salah satu momentum yang ikut menggerakkan roda perekonomian pelaku usaha lokal di Kabupaten Bone.





