BONE, SAPARAKYAT.COM – Lapangan Indoor Citra Futsal, Jalan Poros Bone-Wajo, Kelurahan Pompanua Riattang, Kabupaten Bone, Sabtu malam, 8 Agustus 2026, mendadak riuh. Suara dukungan suporter berpadu dengan semangat para pemain yang berlaga dalam turnamen futsal antar desa/klub se-Kecamatan Ajangale.
Selain Camat Ajangale, hadir dalam kegiatan tersebut, ketua panitia perayaan HUT RI-81 Kecamatan Ajangale, Usman Hanafi, perwakilan dari Polsek Ajangale, Plt. Kepala desa lebbae, Andi Suhartono, Sekertaris desa lebbae, Andi Hermawati S. E dan tim kesehatan Puskesmas Ajangale.
Turnamen yang digelar Karang Taruna Walasuji Desa Lebbae bekerja sama dengan Pemerintah Kecamatan Ajangale tersebut menjadi salah satu warna dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kompetisi secara resmi dibuka oleh Camat Ajangale, Andi Tenri Lewa, S.Sos., M.Si. Sebanyak 18 tim dari berbagai desa/klub ambil bagian dalam turnamen yang dijadwalkan berlangsung hingga Jumat, 15 Agustus 2026, sekaligus menjadi hari yang direncanakan untuk partai final.
Bagi Karang Taruna Walasuji, turnamen tersebut bukan sekadar pertandingan untuk memperebutkan kemenangan. Kompetisi ini menjadi bagian dari rangkaian program kerja organisasi kepemudaan Desa Lebbae setelah resmi dikukuhkan.
Ketua Karang Taruna Walasuji Desa Lebbae, Supardi, mengatakan sejak dikukuhkan dengan jumlah pengurus dan anggota sebanyak 62 orang, pihaknya berkomitmen menghadirkan kegiatan yang menyentuh berbagai bidang kehidupan masyarakat.
“Turnamen futsal ini tidak hanya kami gagas untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga merupakan bagian dari program kerja Karang Taruna Walasuji. Setelah dikukuhkan, kami langsung menjalankan beberapa kegiatan sebagai bentuk nyata pengabdian pemuda kepada masyarakat,” Kata Supardi.
Sebelum menggelar turnamen futsal, Karang Taruna Walasuji telah melaksanakan sejumlah kegiatan. Di antaranya aksi kebersihan di empat dusun yang ada di Desa Lebbae, sebagai upaya membangun kepedulian terhadap lingkungan dan menghidupkan kembali semangat gotong royong.
Tak berhenti di sana. Pada Ahad pagi, 2 Agustus 2026, Karang Taruna Walasuji menggelar lomba mewarnai dan menggambar tingkat TK, SD dan sederajat se-Kecamatan Ajangale di SD Negeri 113 Lebbae. Kegiatan tersebut diikuti 67 peserta.
Pada malam harinya, para pemuda kembali menghadirkan games dan hiburan bagi masyarakat Desa Lebbae sebagai ruang untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan warga.
“Alhamdulillah, kegiatan yang kami laksanakan mendapat antusiasme masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa pemuda tidak hanya hadir ketika ada kegiatan seremonial, tetapi juga mampu mengambil peran dalam kegiatan sosial, pendidikan, lingkungan, olahraga dan kemasyarakatan,” kata Supardi.
Dalam turnamen futsal kali ini, 18 tim dari berbagai desa dan klub di Kecamatan Ajangale turut ambil bagian. Kompetisi menggunakan sistem setengah kompetisi berdasarkan regulasi yang telah ditetapkan panitia.
Bagi Supardi, antusiasme peserta menjadi salah satu indikator bahwa olahraga dapat menjadi ruang perjumpaan yang efektif bagi generasi muda.
“Harapan kami, turnamen ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi, mempererat persaudaraan antar pemuda dan menumbuhkan sportivitas,” tuturnya.
Supardi menambahkan, kegiatan turnamen futsal yang dilaksanakan saat ini merupakan bagian dari kesinambungan kegiatan kepemudaan di Desa Lebbae. Sebab, pada turnamen sebelumnya, organisasi Karang Taruna Walasuji memang belum secara resmi dikukuhkan. Namun, para pemuda yang terlibat dalam penyelenggaraan saat itu merupakan anggota kepemudaan yang sama dan berdomisili di Desa Lebbae.
“Meski pada pelaksanaan turnamen sebelumnya Karang Taruna Walasuji belum dikukuhkan secara resmi, semangat dan orang-orang yang terlibat pada dasarnya adalah pemuda yang sama dan berdomisili di Desa Lebbae. Setelah kini resmi dikukuhkan, kami berkomitmen melanjutkan semangat tersebut melalui program kerja Karang Taruna yang lebih terarah dan terorganisir,” jelas Supardi.
Di tengah semangat penyelenggaraan kegiatan tersebut, dukungan dari Pemerintah Desa Lebbae juga mendapat perhatian khusus dari Karang Taruna Walasuji.
Supardi menyampaikan apresiasi kepada Plt. Kepala Desa Lebbae beserta Sekretaris Desa Lebbae yang selama ini dinilai memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan Karang Taruna.
Ia juga menyinggung dukungan pemerintah desa dalam pengadaan jersey dan kostum kesatuan Karang Taruna Walasuji.
“Bagi kami, kostum tersebut bukan sekadar pakaian, tetapi menjadi simbol kekompakan, kebersamaan dan identitas Karang Taruna Walasuji Desa Lebbae. Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Desa Lebbae dan berharap sinergi ini terus terjaga,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari Camat Ajangale, Andi Tenri Lewa. Dalam sambutannya, ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Plt. Kepala Desa Lebbae yang dinilai konsisten mendukung kegiatan Karang Taruna Walasuji.
“Terima kasih kepada Plt. Kepala Desa Lebbae yang telah mensupport setiap kegiatan Karang Taruna Walasuji. Informasi yang saya dengar, sudah dua kali melaksanakan turnamen futsal antar desa/club se-Kecamatan Ajangale tanpa bantuan dana sepersen pun dari kecamatan seperti cabor lain,” ucap Andi Tenri Lewa.
Menurutnya, kemampuan Karang Taruna Walasuji untuk tetap menggelar kegiatan secara mandiri patut diapresiasi.
“Untuk itu saya ucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Ketua Karang Taruna Walasuji Desa Lebbae beserta seluruh pengurusnya,” lanjutnya.
Camat Ajangale berharap kegiatan olahraga seperti turnamen futsal tersebut terus berkembang dan menjadi ruang positif bagi pemuda. Selain melahirkan bibit-bibit atlet, kegiatan semacam itu dinilai mampu memperkuat silaturahmi serta menjaga semangat kebersamaan antardesa dan klub di Kecamatan Ajangale.
Bagi Karang Taruna Walasuji, turnamen ini menjadi bagian dari langkah awal untuk membuktikan bahwa organisasi kepemudaan dapat hadir dengan karya nyata.
Dari kebersihan lingkungan, kegiatan anak-anak, hiburan masyarakat, hingga olahraga, para pemuda Desa Lebbae mencoba menempatkan diri bukan hanya sebagai penonton pembangunan, tetapi sebagai bagian dari gerak perubahan di tengah masyarakat.
Turnamen futsal tersebut dijadwalkan terus bergulir hingga babak final pada Jumat, 15 Agustus 2026. Di lapangan, kemenangan memang menjadi tujuan.
Namun di balik skor pertandingan, ada harapan yang lebih besar: mempertemukan pemuda, merawat persaudaraan, dan menghidupkan semangat gotong royong melalui olahraga.





