Tampil Unik dan Kreatif, Male RSUD Datu Pancaitana Bikin Pengunjung Terkesima

BONE, Saparakyat.com — Di tengah riuh Maulid Akbar Kabupaten Bone 2026, warna-warni male tidak sekadar menjadi hidangan yang disusun dalam wadah. Ia menjelma menjadi karya, simbol kebersamaan, sekaligus ruang bagi kreativitas untuk berbicara.

Di Lapangan Merdeka, Jalan Petta Ponggawae, Kelurahan Watampone, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, mata pengunjung seolah diajak berhenti sejenak ketika menyaksikan sebuah miniatur masjid berwarna putih berdiri kokoh di antara ragam kreasi male yang ditampilkan dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam 2026, Rabu 2 September 2026.

Miniatur masjid itu merupakan kreasi RSUD Datu Pancaitana yang tampil dalam lomba male antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kecamatan. Kubah, menara, serta ornamen bernuansa Islami dipadukan dengan berbagai hidangan yang ditata mengelilingi bangunan.

Di bagian atas miniatur terpampang kalimat, “Meneladani Sifat dan Pribadi Rasulullah SAW yang Berakhlatul Karimah.” Pesan tersebut seakan menjadi ruh dari karya yang ditampilkan, mengingatkan bahwa perayaan Maulid bukan semata tentang kemeriahan, tetapi juga tentang keteladanan akhlak Rasulullah SAW.

Baca Juga:  Camat Ajangale Dorong Generasi Muda Berprestasi Usai SMPN 1 Ajangale Raih Deretan Penghargaan di MIMF 2026

Di sekeliling miniatur masjid, buah-buahan, kue tradisional, makanan kemasan hingga aneka hiasan warna-warni ditata dengan penuh ketelitian. Susunan tersebut membuat male RSUD Datu Pancaitana tampak semarak dan berbeda.

Dua papan bertuliskan “RSUD Datu” dan “Pancaitana” ditempatkan di bagian depan, mempertegas identitas rumah sakit dalam perhelatan tahunan tersebut.

Kehadiran kreasi itu sontak mencuri perhatian pengunjung. Sejumlah warga tampak mendekat, mengamati setiap detail miniatur, bahkan mengabadikannya melalui kamera telepon seluler.

Bukan hanya bentuknya yang menarik, tetapi proses di balik karya tersebut turut menunjukkan kekompakan jajaran RSUD Datu Pancaitana. Setiap hiasan seakan menjadi kepingan kecil yang menyatu dalam satu karya besar.

Kreativitas itu akhirnya berbuah prestasi. Male RSUD Datu Pancaitana berhasil meraih Juara II dalam lomba male antar-OPD dan kecamatan pada rangkaian Maulid Akbar Kabupaten Bone 2026.

Baca Juga:  Tangis Haru Mewarnai Pemilihan KALING Di Kabupaten Bone

Direktur RSUD Datu Pancaitana, H. Muhammad Rostang, S.E., SKM., M.Kes., mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut.

“Alhamdulillah, kami bersyukur atas capaian Juara II ini. Keikutsertaan RSUD Datu Pancaitana merupakan bentuk dukungan sekaligus upaya untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bone dalam menyemarakkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kreativitas miniatur masjid ini lahir dari kebersamaan dan kekompakan seluruh jajaran RSUD Datu Pancaitana,” ucapnya.

Menurutnya, keikutsertaan dalam kegiatan tersebut bukan sekadar mengejar prestasi dalam perlombaan. Lebih dari itu, momentum Maulid menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan kebersamaan serta memperkuat sinergi antarlembaga di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bone.

Perayaan Maulid Akbar Kabupaten Bone 2026 sendiri dihadiri Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., jajaran pimpinan perangkat daerah serta masyarakat.

Baca Juga:  Pemerintah Desa Tocinnong gelar Turnamen Liga Ramadhan, Ini acaranya

Kegiatan tersebut juga menghadirkan Prof. Dr. H. Lukman Arake, Lc., MA. sebagai penceramah.

Lomba male antar-OPD dan kecamatan menjadi salah satu bagian yang menambah semarak perayaan. Penilaian tidak hanya menitikberatkan pada menu atau isi male, tetapi juga kreativitas peserta dalam memilih wadah, menyusun hidangan dan menghias tampilan.

Pada akhirnya, male-male yang berjejer di Lapangan Merdeka bukan sekadar sajian tradisi. Di tangan para peserta, ia berubah menjadi cerita dalam bentuk warna, susunan dan kreativitas.

Dan di antara keramaian itu, miniatur masjid milik RSUD Datu Pancaitana berdiri menjadi salah satu karya yang sukses membuat pengunjung terkesima, sebuah gambaran bahwa semangat Maulid dapat dirangkai bukan hanya melalui kata-kata, tetapi juga melalui kebersamaan dan karya nyata.

Pos terkait