BONE, SAPARAKYAT.COM – Sorotan terhadap kondisi Stadion Lapatau kembali mencuat saat diadakannya turnamen sepak bola antar kecamatan se-Kabupaten Bone, yang dibuka secara resmi oleh Bupati Bone, yang berlokasi di Jalan Reformasi, Kelurahan Macanang, Kecamatan Tanete riattang barat. BerAmal Cup 2026, pada Senin sore, 4 Mei 2026.
Dalam pembukaan turnamen bertajuk “Rise of Champions” H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M. M., menegaskan komitmennya untuk membenahi fasilitas Stadion Lapatau, termasuk lampu penerangan yang selama ini jarang difungsikan.
Dalam sambutannya, Bupati Bone mengaku prihatin melihat kondisi stadion yang dinilai belum terawat maksimal, padahal menjadi salah satu fasilitas olahraga terbesar di Kabupaten Bone.
“Saya perintahkan kepada jajaran terkait agar lampu Stadion Lapatau ini difungsikan dan dinyalakan kembali. Berapapun biayanya harus diperbaiki. Begitu pula bangunan stadion ini perlu perawatan. Sayang stadion sebesar ini tidak terawat dengan baik,” tegasnya.
Ia juga menyebut pemerintah daerah harus serius melakukan pembenahan stadion, terlebih Kabupaten Bone berpeluang menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Sulsel XVIII tahun ini.
“InsyaAllah kita akan menjadi tuan rumah Porprov tahun ini, dan pembukaannya direncanakan dilaksanakan di stadion ini,” tambahnya.
Pernyataan tersebut disambut antusias masyarakat yang hadir. Warga berharap perbaikan fasilitas stadion, khususnya lampu penerangan, segera direalisasikan dan tidak hanya menjadi wacana.
Dr.Alwi Mulato, S.St.Pi.,M.ST.PI (Dosen Politeknik kelautan dan perikanan Bone) salah satu fans berat Persi Bone, mengaku optimistis lampu Stadion Lapatau bisa kembali difungsikan seperti dulu.
“Semoga apa yang bapak bupati sampaikan bisa segera dikerjakan. Setahu saya, lampu Stadion Lapatau hanya dua kali menyala sejak stadion ini berdiri,” ujarnya.
Menurutnya, lampu stadion pertama kali digunakan saat pembukaan Pekan Olahraga Daerah Sulawesi Selatan XIII ketika Bone menjadi tuan rumah pada 2006. Saat itu, digelar laga eksebisi antara PSM Makassar melawan Timnas, PSSI yang ditangani pelatih Peter Withe.
Sementara penggunaan kedua terjadi pada 18 Mei 2010 saat Stadion Lapatau menjadi venue babak delapan besar Divisi Utama Liga Indonesia 2009/2010.
Stadion Lapatau sendiri diresmikan pada 12 September 2006 oleh Gubernur Sulawesi Selatan saat itu, Amin Syam, bertepatan dengan pembukaan Porda Sulawesi Selatan XIII. Stadion tersebut memiliki kapasitas sekitar 15 ribu penonton.
Masyarakat juga menyambut antusias rencana laga spesial pada partai final BerAmal Cup 2026.
Ketua panitia, Edy Saputra Syam menyampaikan akan menghadirkan pertandingan eksebisi antara PSM Legend melawan Persib Legend.
“Jika tak ada aral melintang kita akan datangkan PSM lagend dan Pesib Legend yang diperkuat sejumlah mantan pemain ternama seperti Eka Ramdani dan Atep”, katanya.
Laga tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin, 18 Mei 2026, sebelum partai final BerAmal Cup 2026 sebagai hiburan bagi masyarakat Bone, khususnya pecinta sepak bola.
Warga berharap lampu Stadion Lapatau sudah dapat difungsikan saat laga eksebisi berlangsung, sehingga pertandingan PSM Legend vs Persib Legend bisa digelar pada malam hari dan menghadirkan atmosfer berbeda bagi masyarakat Bone.
Minimnya pemanfaatan lampu stadion selama hampir dua dekade kini menjadi perhatian tersendiri sekaligus tantangan bagi pemerintah daerah untuk menghidupkan kembali fungsi Stadion Lapatau secara maksimal.





