BONE, SAPARAKYAT.COM – Kamis sore, 14 Mei 2026. Stadion Lapatau Watampone menjadi saksi bisu sebuah laga yang terasa berat sebelah. Kecamatan Lamuru tampil seperti badai yang tak terbendung, sementara Kajuara harus menelan pil pahit kekalahan telak dalam lanjutan babak 8 besar Turnamen Beramal Cup 2026 antar kecamatan se-Kabupaten Bone.
Sejak peluit awal dibunyikan, Kecamatan Lamuru langsung menekan tanpa memberi ruang bernapas. Serangan datang bertubi-tubi, seolah tak ada jeda.
Pertahanan Kajuara dibuat porak-poranda oleh pemain Lamuru, memaksa mereka terus berada di bawah tekanan. Satu per satu gol bersarang ke gawang mereka, hingga babak pertama ditutup dengan skor mencolok 4-0.
Namun, yang terjadi di babak kedua justru lebih menyakitkan.
Kecamatan Lamuru tak menunjukkan tanda-tanda mengendurkan serangan. Mereka tetap bermain dengan intensitas tinggi, seakan belum puas dengan keunggulan yang sudah ada. Soliditas pertahanan Kecamatan Kajuara runtuh di bawah dominasi permainan Lamuru. Gol demi gol kembali tercipta, mengubah pertandingan menjadi mimpi buruk yang sulit dilupakan.
Hingga peluit panjang berbunyi, papan skor menunjukkan angka yang mencolok: 9-0 untuk kemenangan Lamuru. Ini menjadi jumlah kebobolan terbanyak sepanjang turnamen Beramal Cup 2026 berlangsung, sebuah catatan pahit yang akan sulit dilupakan oleh Kajuara.
Di tengah sorak sorai pendukung Lamuru, terlihat wajah-wajah tertunduk dari kubu Kajuara. Kekalahan ini bukan sekadar angka, tetapi pukulan telak yang meninggalkan luka mendalam dalam perjalanan mereka di turnamen ini.
Kemenangan besar ini sekaligus memastikan Kecamatan Lamuru melangkah gagah ke babak semifinal. Mereka kini menunggu pemenang antara Kecamatan Tanete Riattang dan Kecamatan Ponre, siapa pun lawannya, satu hal sudah jelas: Lamuru datang dengan kekuatan penuh dan kepercayaan diri yang sedang berada di puncaknya.
Sementara itu, bagi Kajuara, laga ini akan menjadi catatan pahit, sebuah pelajaran keras dari panggung kompetisi yang tak memberi ruang bagi kelemahan.





