BONE, SAPARAKYAT.COM – Suasana malam yang tenang di Dusun 4 Lebbae, Desa Lebbae, Kecamatan Ajangale, Kabupaten Bone, mendadak berubah mencekam saat kobaran api melalap sebuah rumah panggung milik warga lanjut usia, Rabu 13 Mei 2026 sekitar pukul 23.50 wita.
Rumah panggung milik H. Tanggi (74), yang juga difungsikan sebagai tempat penyimpanan gabah dan kandang sapi, hangus dilalap si jago merah dalam waktu singkat. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Laporan dari Tim Penanggulangan Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bone menyebutkan, informasi kebakaran diterima lima menit setelah kejadian, tepatnya pukul 23.55 wita. Personel UPT Damkar Wilayah Ajangale dari Posko Sektor Tellu Siattinge langsung bergerak menuju lokasi dengan mengerahkan satu unit mobil pemadam.
Medan yang cukup jauh, sekitar 30 kilometer dari posko, membuat tim baru tiba di lokasi sekitar pukul 00.45 wita. Upaya pemadaman turut dibantu satu unit armada Damkar dari Kabupaten Soppeng serta warga setempat yang bahu-membahu menjinakkan api.
Setelah berjibaku hampir setengah jam, api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 01.12 wita. Lima menit berselang, petugas memastikan kondisi telah aman dan terkendali sebelum meninggalkan lokasi.
Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden tersebut. Namun, kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp55 juta.
Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bone, Andi Supriadi, menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan terkait penyebab kebakaran.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama pada malam hari, serta memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman guna mencegah kejadian serupa,” ujarnya.
Sementara itu ditempat yang terpisah, Sekretaris Desa Lebbae, Andi Hermawati, S.E., turut menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang menimpa warganya.
“Kami sangat prihatin atas kejadian ini. Pemerintah desa bersama warga akan berupaya memberikan bantuan dan dukungan kepada korban. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran,” ungkapnya.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya pada bangunan berbahan kayu yang mudah terbakar, terlebih saat difungsikan sebagai tempat penyimpanan hasil pertanian dan ternak.





