BONE, SAPARAKYAT.COM – Demam sepak bola melanda Kabupaten Bone! Turnamen antar kecamatan Beramal Cup 2026 benar-benar mengguncang daerah, dengan antusiasme warga yang tak lagi bisa dibendung.
Stadion Lapatau berubah jadi lautan manusia. Bahkan, penonton sudah membludak sejak jauh sebelum kickoff dimulai. Tribun penuh sesak, teriakan suporter menggema, dan atmosfer pertandingan terasa seperti laga final liga profesional.
Memasuki babak semifinal pada 16 Mei, macth pertama pukul 14.00 wita, tensi pertandingan dipastikan naik drastis. Kecamatan Ponre akan bentrok dengan Kecamatan Lamuru dalam duel panas yang sarat gengsi dan emosi. Kedua tim diprediksi tampil habis-habisan demi tiket ke partai puncak.
Di laga lainnya, Kecamatan Tanete Riattang Timur akan menghadapi Kecamatan Palakka. Pertandingan ini disebut-sebut sebagai “final yang datang lebih cepat” karena kekuatan kedua tim yang sama-sama mengerikan.
Tak main-main, Beramal Cup tahun ini menghadirkan pemain-pemain dari luar daerah, luar provinsi, bahkan pemain asing Afrika. Kualitas permainan meningkat tajam, membuat setiap laga terasa keras, cepat, dan penuh drama.
Puncaknya? Grand final pada 17 Mei 2026 dipastikan menjadi ledakan terbesar! Dengan total hadiah Rp100 juta, tak ada tim yang akan bermain setengah hati. Semua akan bertarung habis-habisan demi gengsi dan kejayaan kecamatan.
Sugianto, salah satu penonton, bahkan tak bisa menyembunyikan antusiasmenya.
“Ini sudah gila dari awal, apalagi semifinal dan final nanti pasti lebih gila lagi. Kami siap penuhi stadion, ini bukan sekadar nonton, ini kebanggaan!” tegasnya.
Beramal Cup 2026 kini bukan sekadar turnamen. Ini adalah panggung pertarungan, ajang adu harga diri, dan pesta rakyat yang membuat seluruh Bone terpaku pada satu hal: sepak bola.





