Pilu di Pinggir Jalan: Dg. Bengnga Tutup Usia di Lapak Buahnya

BONE, SAPARAKYAT.COM – Suasana duka menyelimuti Jalan Ahmad Yani, Watampone, Rabu, 3 Juni 2026 sekitar pukul 14.00 wita. Seorang pedagang buah yang dikenal dengan sapaan dg. Bengnga tutup usia di umur 63 tahun, tepat di tempat ia mencari nafkah setiap hari.

Menurut keterangan saksi mata, almarhum saat itu sedang berdiri di lapaknya seperti biasa. Tanpa tanda-tanda sebelumnya, ia tiba-tiba jatuh tak berdaya di atas tumpukan buah salak yang selama ini ia jual.

Tak lama setelah terjatuh, saksi menyebut kondisi tubuh almarhum tampak berubah menghitam, membuat warga sekitar semakin panik. Warga yang berada di lokasi sempat berusaha memberikan pertolongan, namun nyawa dg. Bengnga tak dapat diselamatkan.

Baca Juga:  Pemkab Bone Gelar Ziarah Makam Raja dan Bupati Sambut HJB ke-696

Kepergiannya menyisakan kisah hidup yang pilu. Di usia senja, ia masih setia berjualan di pinggir jalan demi menyambung hidup. Dari satu karung salak seharga sekitar Rp400 ribu, tidak semuanya dapat dijual. Sebagian harus ia relakan rusak, menjadi kerugian yang terus ia hadapi setiap hari.

Dalam sehari, ia rata-rata hanya mampu menjual sekitar 10 kilogram dengan harga Rp15 ribu per kilogram. Penghasilan yang tak seberapa, namun tetap ia jalani dengan penuh kesabaran.

“Daripada tinggal menganggur, biar sedikit untung asal berkah,” pernah ia ucapkan lirih, kalimat sederhana yang kini terasa begitu menyayat hati.

Di mata rekan-rekannya yang kerap berkumpul di lapaknya, dg. Bengnga dikenal sebagai sosok sederhana yang hangat. Candaan kecil sering menghiasi hari-harinya di tengah kerasnya hidup. Mereka mengaku sangat kehilangan. Ia dikenal sebagai pekerja keras, tidak suka mengeluh, dan merupakan pejuang nafkah bagi keluarganya.

Baca Juga:  Gila Total! 4 Kecamatan Siap Bertarung, Stadion Lapatau Terancam Tumpah "Final Dipastikan Lebih Brutal”

Kini, perjuangan panjang itu telah berakhir. Ia mengembuskan napas terakhir di antara dagangannya sendiri, di tempat yang menjadi saksi kerja keras dan harapannya.

Kepergian dg. Bengnga meninggalkan duka mendalam, sekaligus menjadi pengingat tentang arti keteguhan dan perjuangan hidup yang sunyi

Pos terkait