BONE, SAPARAKYAT.COM – 18 Juni 2026, Kondisi memprihatinkan dialami SD Negeri 1 Watampone, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone. Sejak pertama kali berdiri, bangunan sekolah tersebut disebut belum pernah mendapatkan rehabilitasi, sehingga kini mengalami kerusakan serius yang mengganggu proses belajar mengajar.
Tiga ruang kelas dilaporkan mengalami kebocoran cukup parah. Air hujan yang masuk menyebabkan plafon rusak dan rapuh, bahkan berpotensi membahayakan keselamatan siswa. Situasi ini membuat para murid merasa cemas saat mengikuti pelajaran.
“Takut kalau tiba-tiba plafon jatuh saat kami belajar,” ungkap Marwah dan Prili Pratiwi, siswi kelas 3, saat ditemui di sekolah yang berlokasi di Jalan Makmur, Kelurahan Watampone, Kamis pagi menjelang siang.
Kerusakan paling parah terjadi di ruang kelas 2. Setiap kali hujan turun, seluruh lantai kelas tergenang air. Akibatnya, kegiatan belajar mengajar terpaksa dipindahkan ke ruang perpustakaan. Ironisnya, para siswa harus mengikuti pelajaran dengan duduk di lantai karena keterbatasan fasilitas.

Selain itu, kondisi dinding kelas yang mulai lapuk juga terlihat menjadi sarang rayap. Hal ini mengindikasikan bahwa rangka atap dan plafon sudah mengalami keropos dan tidak lagi layak digunakan.
Pihak sekolah menyebut bahwa kondisi ini sebenarnya telah disurvei oleh pihak terkait beberapa tahun lalu. Namun hingga kini, belum ada realisasi perbaikan dari pemerintah.
Kepala SD Negeri 1 Watampone, Masniah, S.Pd., M.Pd., berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah terhadap kondisi sekolah yang dinilai sudah sangat mendesak untuk diperbaiki.
“Kami berharap ada perhatian untuk perbaikan atap, rangka kayu yang diduga sudah lapuk, serta plafon dan dinding yang terus mengalami kerusakan karena faktor usia,” ujarnya.
Kerusakan fasilitas pendidikan ini dinilai tidak hanya menghambat proses belajar mengajar, tetapi juga membahayakan keselamatan siswa dan tenaga pengajar jika tidak segera ditangani.





