Suporter Soroti Absennya Pemain Pilar, Bone FC Tersingkir Dramatis dari Sidrap Cup 2026

SIDRAP, SAPARAKYAT.COM – Laga panas tersaji pada babak delapan besar turnamen sepak bola Sidrap Cup 2026 yang digelar di Stadion Ganggawa, Pangkajene, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sabtu 20 Juni 2026 sore.

Pertandingan krusial mempertemukan dua tim kuat, Bone FC asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, menghadapi ASA FC dari Provinsi Sulawesi Barat. Duel ini menjadi penentuan hidup mati bagi kedua tim untuk merebut tiket semifinal.

Sejak peluit awal dibunyikan, kedua kesebelasan tampil ngotot dengan tempo permainan tinggi. Bone FC dan ASA FC sama-sama menciptakan sejumlah peluang, namun kokohnya lini pertahanan serta gemilangnya penampilan penjaga gawang membuat skor tetap imbang tanpa gol hingga waktu normal berakhir.

Pertandingan pun harus ditentukan melalui drama adu penalti. Dalam momen penentuan tersebut, ASA FC tampil lebih tenang dan efektif. Mereka berhasil mengunci kemenangan dengan skor 4-2, sekaligus memastikan langkah ke babak semifinal.

Baca Juga:  Kapolres Bone Ingatkan Masyarakat Hindari Money Politik dan Black Campaign di Masa Tenang

Diketahui, ASA FC diperkuat materi pemain berkualitas yang sebagian merupakan pemain Liga 1, bahkan pernah membela tim nasional Indonesia diantaranya.

Hasyim Kipuw Sebagai pemain senior yang kenyang pengalaman di kancah sepak bola nasional. Hasyim telah membela banyak club papan atas di Indonesia antara lain:

*Persija Jakarta (2009–2012)

*Arema Cronus / Arema FC (Beberapa periode: 2012–2014, 2014–2016, 2022)

*Persebaya ISL / Bhayangkara FC (2014)

*Bali United (2016–2018)

*PSM Makassar (2018–2022)

*Madura United (2023)

*Barito Putera (2023–2024)

*Persela Lamongan (2024–2026)

Di level internasional, ia pernah menjadi bagian dari skuad Tim Nasional Indonesia U-23.

Rasyid Assyahid Bakri adalah pemain sepak bola profesional Indonesia yang berposisi sebagai gelandang tengah untuk klub Liga Super Indonesia, PSM Makassar. Dikenal dengan julukan “Pangeran Juku Eja”

Ananda Raehan pemain muda kelahiran 2003 yang berposisi sebagai gelandang di liga 1 PSM Makassar.

Baca Juga:  Utamakan Keselamatan, Polantas Bone Tegur Pemotor Tanpa Helm

Kehadiran pemain berpengalaman tersebut menjadi salah satu faktor kekuatan tim dalam menghadapi laga-laga krusial.

Di sisi lain, Bone FC justru tampil tidak dengan kekuatan terbaiknya. Sejumlah pemain pilar dilaporkan absen pada laga penting ini, di antaranya M. Arfan, Beni okto, dan Sainal Basri. Absennya pemain inti tersebut dinilai cukup memengaruhi keseimbangan tim, terutama dalam membangun serangan dan menjaga konsistensi permainan sepanjang pertandingan.

Keterbatasan komposisi pemain membuat pelatih harus melakukan penyesuaian strategi, termasuk menurunkan beberapa pemain yang bukan pada posisi idealnya. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang membuat Bone FC kesulitan memaksimalkan peluang, meski mampu memberikan perlawanan sengit hingga babak adu penalti.

Meski harus tersingkir, para suporter Bone FC tetap memberikan apresiasi atas perjuangan tim kebanggaan mereka, khususnya anak asuh pelatih   Iqbal hamza. Mereka menilai tim telah tampil maksimal di tengah keterbatasan yang ada, terlebih menghadapi lawan dengan materi pemain yang lebih berpengalaman.

Baca Juga:  MAJUKAN UMKM DESA, KPPN WATAMPONE GANDENG BUMDES MALLARI JADI VENDOR DIGIPAY

Namun demikian, di balik apresiasi tersebut, muncul pula kekecewaan dari sebagian suporter terkait komposisi pemain. Mereka mempertanyakan absennya sejumlah pemain pilar dalam laga penting ini.

“Ini laga krusial, tapi justru pemain inti tidak hadir. Padahal regulasi membolehkan pergantian pemain jika dianggap kurang maksimal. Jadi seharusnya tidak ada alasan,” ujar salah satu suporter.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari manajemen Bone FC terkait absennya sejumlah pemain tersebut. Pertanyaan serupa juga ramai disuarakan para pendukung melalui siaran langsung di platform TikTok saat pertandingan berlangsung.

Kendati gagal melaju ke semifinal, para pendukung berharap manajemen segera melakukan evaluasi, khususnya dalam hal kesiapan skuad, agar Bone FC dapat tampil lebih solid dan kompetitif pada turnamen-turnamen berikutnya.

Pos terkait