Puluhan Motor Thunder Bolak-Balik Isi Pertalite di SPBU Cempa, Ada Apa?

WAJO, SAPARAKYAT.COM – Aktivitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite di SPBU yang berlokasi di Cempa, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo, di Jalan Poros Wajo-Bone, pada Jumat 24 Juli 2026 sore, menjadi sorotan.

Puluhan sepeda motor Suzuki Thunder tampak mendominasi antrean pengisian, sementara kendaraan lain yang terlihat mengisi Pertalite hanya sekitar tiga unit sepeda motor matic.

Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, sebagian besar pengendara motor Thunder yang mengantre terlihat tidak mengenakan helm. Selama melakukan pemantauan, awak media juga melihat beberapa pengendara tampak berbincang santai dengan petugas SPBU.

Salah seorang pengendara yang mengaku bernama Bahar mengatakan dirinya melihat ada pengendara yang telah selesai mengisi Pertalite, namun tidak lama kemudian kembali masuk ke area SPBU untuk mengantre dan melakukan pengisian kembali.

Baca Juga:  YBM PLN UP3 Watampone Salurkan 45 Paket Sembako Sambut Ramadhan

“Tadi ada yang sudah mengisi, tidak lama kemudian masuk lagi ikut antre. Berarti kemungkinan tempat ia menyimpan atau menyedot BBM tidak jauh dari SPBU,” Ungkap Bahar.

Selain itu, awak media juga menyaksikan secara langsung salah seorang pengendara motor Thunder melakukan pengisian Pertalite senilai Rp150 ribu.

Berdasarkan spesifikasi kendaraan, kapasitas tangki standar Suzuki Thunder 125 berkisar 14 liter, termasuk sekitar 2 liter cadangan, sementara beberapa referensi lain mencantumkan kapasitas total mencapai 15 liter. Dengan kapasitas tersebut, pengisian senilai Rp150 ribu menjadi perhatian karena dinilai melebihi daya tampung tangki standar kendaraan, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai mekanisme pengisian yang dilakukan.

Fenomena tersebut memunculkan dugaan adanya pola pembelian Pertalite secara berulang menggunakan sepeda motor sebagai modus lain selain penggunaan jeriken.

Baca Juga:  Ketum PWI Pusat HCB Tanggapi Tuduhan Cash Back

Apabila kendaraan yang sama melakukan pengisian berkali-kali dalam waktu singkat, praktik tersebut berpotensi mengarah pada penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi apabila tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti untuk apa Pertalite yang dibeli secara berulang tersebut digunakan. BBM itu diduga dapat diperjualbelikan kembali atau digunakan untuk mengoperasikan mesin pertanian, mesin perahu (katinting), maupun keperluan lainnya.

Apabila Pertalite tersebut digunakan untuk mesin pertanian, mesin perahu, atau kebutuhan lain di luar penggunaan langsung pada kendaraan, maka pembeliannya semestinya mengikuti mekanisme yang berlaku, termasuk menggunakan barcode atau surat rekomendasi dari instansi berwenang apabila dipersyaratkan.

Karena itu, pembelian secara berulang tanpa mekanisme yang sesuai berpotensi tidak sejalan dengan ketentuan penyaluran BBM bersubsidi.

Baca Juga:  Silaturahmi dan Koordinasi Kepala Perwakilan Jasa Raharja Watampone di RSUD Regional La Mappapenning Kab Bone

Masyarakat berharap aparat penegak hukum bersama pihak terkait meningkatkan pengawasan terhadap distribusi BBM subsidi agar penyalurannya tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak berhak.

Hingga berita ini dimuat, awak media masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pengelola SPBU Cempa, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo, serta Kasat Reskrim Polres Wajo terkait dugaan kejanggalan aktivitas pengisian Pertalite oleh sejumlah pengendara sepeda motor Suzuki Thunder tersebut.

Konfirmasi dilakukan untuk memastikan apakah aktivitas tersebut telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku atau terdapat indikasi pelanggaran dalam penyaluran BBM bersubsidi.

Pos terkait