Konferensi Pers Tandai Dimulainya Gau Maraja Bone 2026, Panitia Upayakan Pamerankan Pusaka Presiden RI

BONE, SAPARAKYAT.COM – Pemerintah Kabupaten Bone bersama Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Selatan resmi meluncurkan pelaksanaan Festival Gau Maraja Bone 2026 melalui konferensi pers yang digelar di salah satu bangunan cagar budaya di Jalan Makmur, Kelurahan Watampone, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Rabu 22 Juli 2026 sore.

Konferensi pers tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian persiapan festival budaya yang akan berlangsung pada 25–30 September 2026 dengan mengusung tema “Simfoni Lumbung: Merayakan Budaya dan Pangan.”

Kegiatan itu dihadiri Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Bone, Hj. Andi Tenriawaru, S.P., M.Si., Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bone, Hj. A. Murni AL, S.E., M.Hum., selaku Ketua Panitia Gau Maraja Bone 2026, serta Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Bone, H. Andi Promal Pawi, S.T., M.Si., bersama sejumlah tamu undangan, budayawan, komunitas pecinta pusaka, dan insan media.

Baca Juga:  Pemungutan Suara PAW Desa Opo Berlangsung Tertib, Perhitungan Dimulai Siang Ini

Festival Gau Maraja Bone 2026 dihadirkan sebagai ruang kolaborasi untuk merayakan kekayaan budaya, tradisi agraris, serta identitas masyarakat Bugis. Selain menjadi ajang pelestarian budaya, festival ini juga diharapkan mampu mengangkat potensi pangan lokal sebagai bagian dari sejarah panjang Bone sebagai salah satu lumbung pangan di Indonesia.

Dalam sambutannya, H. Andi Promal Pawi, S.T., M.Si., yang juga menjabat sebagai Ketua Komunitas Pecinta Benda Pusaka Lamakkawa, menyampaikan bahwa Gau Maraja Bone 2026 akan menghadirkan sejumlah agenda budaya berskala nasional, termasuk pameran benda-benda pusaka bernilai sejarah.

Ia mengatakan panitia saat ini tengah berupaya menghadirkan benda pusaka milik Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk dipamerkan dalam festival tersebut.

“Kami sementara melakukan koordinasi agar benda pusaka milik Bapak Presiden Prabowo Subianto dapat dipamerkan pada Gau Maraja Bone 2026. Mudah-mudahan rencana ini dapat terwujud sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat,” ujar Andi Promal Pawi.

Baca Juga:  154 Anak Terindikasi Stunting Terbanyak di Bone, Camat Ajangale Tegaskan Komitmen Penanganan

Selain pameran pusaka, Andi Promal juga mengungkapkan bahwa Gau Maraja Bone 2026 direncanakan menjadi momentum pelantikan pengurus Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI). Pelantikan tersebut dijadwalkan akan dilakukan oleh Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P. , sebagai bagian dari rangkaian kegiatan festival budaya.

Menurutnya, kehadiran pameran pusaka dan pelantikan SNKI diharapkan semakin memperkuat posisi Kabupaten Bone sebagai salah satu daerah yang memiliki komitmen besar dalam pelestarian keris, benda pusaka, dan warisan budaya Nusantara.

Sementara itu, Ketua Panitia Gau Maraja Bone 2026, Hj. A. Murni AL, S.E., M.Hum., menjelaskan bahwa festival tahun ini mengusung tema “Simfoni Lumbung: Merayakan Budaya dan Pangan” sebagai wujud kolaborasi antara pelestarian budaya dengan penguatan ketahanan pangan dan identitas masyarakat Bugis.

Baca Juga:  ASGAR Gelar Turnamen Mini Soccer, Semarakkan HJB ke-696

Selama enam hari pelaksanaan, festival akan digelar di sembilan wilayah Kabupaten Bone dengan menghadirkan enam festival utama yang dirangkai dalam puluhan kegiatan. Ratusan peserta dari 27 kecamatan akan dilibatkan, mulai dari komunitas budaya, sanggar seni, pelaku UMKM, petani, nelayan, akademisi, pelajar, mahasiswa, budayawan, seniman, hingga masyarakat umum.

Panitia juga membuka ruang kolaborasi bagi media, komunitas, institusi pendidikan, pelaku ekonomi kreatif, dan sektor swasta untuk turut menyukseskan penyelenggaraan Gau Maraja Bone 2026.

Melalui festival ini, Pemerintah Kabupaten Bone berharap Gau Maraja tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan kekayaan sejarah, tradisi, budaya, dan pangan Kabupaten Bone kepada masyarakat nasional maupun internasional, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.

Pos terkait