BONE, SAPARAKYAT.COM – Ahad pagi, 10 Mei 2026, Stadion Lapatau Bone tidak sekedar menjadi arena pertandingan sepak bola. Di atas hamparan rumput hijau, tersaji pemandangan yang menghangatkan hati: para pemimpin daerah memilih mengisi akhir pekan dengan olahraga, bercengkerama, tertawa, dan berkeringat bersamaan masyarakat.
Dalam suasana penuh keakraban itu, tampak Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Bupati Bone Andi Asman Sulaiman, Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin, serta Kepala BKPSDM Bone Edy Saputra Syam larut dalam kebersamaan.
Mereka berlari mengejar bola, saling memberi umpan, dan sesekali diselingi tawa. Momen tersebut memperlihatkan bahwa olahraga mampu mencairkan sekat jabatan dan menghadirkan kedekatan yang tulus antara pemimpin dan masyarakat.
Pagi itu, sepak bola bukan sekadar soal menang atau kalah. Lebih dari itu, ia menjadi bahasa sederhana yang menyatukan hati, mempererat silaturahmi, serta mengingatkan pentingnya menjaga kebugaran di tengah padatnya aktivitas pemerintahan.
Sorak sorai masyarakat yang memadati Stadion Lapatau semakin menambah semarak laga persahabatan tersebut. Pertandingan berlangsung sengit, namun tetap dibalut sportivitas dan suasana penuh canda.
Tim Gubernur akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 6-5 atas Tim Beramal Cup Bone.
Secara individu, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman tampil impresif dengan mencetak dua gol. Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin juga menyumbang dua gol yang disambut meriah penonton. Sementara Kepala BKPSDM Bone Edy Saputra Syam turut mencetak dua gol, menambah serunya pertandingan.
Namun, lebih dari sekadar jumlah gol, masyarakat menyaksikan nilai yang lebih bermakna: keteladanan dalam menjaga kesehatan, membangun kekompakan, dan merawat hubungan antarsesama.
Bagi Andi Sudirman Sulaiman, olahraga merupakan medium pemersatu yang mampu menghadirkan energi positif serta mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Di tengah kesibukan pemerintahan, nilai-nilai sederhana seperti kebugaran, silaturahmi, dan persaudaraan tetap harus dijaga.
Sementara itu, Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menilai momen tersebut sebagai simbol kuatnya sinergi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Bone.
“Kebersamaan seperti ini menunjukkan bahwa membangun daerah tidak hanya dilakukan di balik meja, tetapi juga melalui ruang-ruang sederhana yang mempererat hubungan,” ujarnya.
Dari tribun stadion, masyarakat menyaksikan para pemimpinnya berkeringat bersama tanpa sekat protokoler yang kaku. Yang terlihat hanyalah semangat hidup sehat, persaudaraan, dan kekompakan.
Dari Lapatau pagi itu, masyarakat Bone belajar satu hal penting: kebersamaan yang paling tulus kerap lahir dari peluh yang jatuh di lapangan hijau.





