Program Perdana Karang Taruna Desa Lebbae Dimulai dengan Aksi Bersih Lingkungan, Cegah DBD dan Sambut HUT RI Ke-81

BONE, SAPARAKYAT.COM – Di tengah hiruk pikuk aktivitas masyarakat, semangat gotong royong kembali menemukan denyutnya di Desa Lebbae, Kecamatan Ajangale, Kabupaten Bone. Bukan sekadar mengangkat sampah atau membersihkan selokan, tetapi menanamkan kesadaran bahwa lingkungan yang bersih adalah cerminan peradaban masyarakat yang peduli terhadap masa depan. Dari tangan-tangan para pemuda, harapan akan desa yang sehat perlahan tumbuh, menyapu setiap sudut, hingga keindahan kembali terpancar seperti sedia kala.

Semangat tersebut diwujudkan melalui aksi bersih-bersih lingkungan yang dilaksanakan Ahad 12 Juli 2026 pagi. Kegiatan ini menjadi program perdana Karang Taruna Desa Lebbae setelah pengurus resmi dilantik dan dikukuhkan beberapa hari lalu.

Aksi gotong royong dipusatkan di sejumlah titik, yakni kawasan Pasar Tanrung, Masjid Al-Qadar, dan Kantor Desa Lebbae. Puluhan anggota Karang Taruna bersama Pemerintah Desa Lebbae bahu-membahu membersihkan sampah dan saluran drainase yang berpotensi tersumbat.

Baca Juga:  Pelaksanaan Asesmen Sumatif Semester Ganjil

Bagi Karang Taruna Desa Lebbae, kebersihan bukan hanya tentang sapu dan cangkul yang bergerak, melainkan ikhtiar menjaga kehidupan. Sebab, setiap saluran air yang kembali mengalir lancar menjadi benteng pertama melawan banjir, dan setiap genangan yang hilang adalah langkah kecil untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), terlebih di tengah musim pancaroba.

Ketua Karang Taruna Desa Lebbae, Supardi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen pengurus baru untuk menghadirkan program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Program ini merupakan langkah awal kepengurusan Karang Taruna Desa Lebbae. Kami ingin mengajak seluruh masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan tidak lagi membuang sampah sembarangan, terutama di selokan. Saluran yang tersumbat dapat menyebabkan genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab demam berdarah. Kami berharap gerakan ini menjadi budaya gotong royong yang terus berlanjut,” ujar Supardi.

Baca Juga:  Pemilihan PAW Desa Opo Segera Digelar, Tiga Kandidat Siap Bertarung

Menurutnya, gerakan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi diharapkan menjadi awal lahirnya budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat.

Sementara itu, Plt. Kepala Desa Lebbae, Andi Suhartono, memberikan apresiasi atas inisiatif Karang Taruna yang langsung bergerak melakukan aksi sosial usai pengukuhan pengurus.

“Kami memberikan apresiasi kepada Karang Taruna Desa Lebbae yang telah menunjukkan aksi nyata melalui kegiatan bersih-bersih lingkungan. Pemerintah desa akan terus mendukung program-program positif seperti ini karena manfaatnya sangat dirasakan masyarakat. Semoga semangat kebersamaan dan gotong royong ini terus terjaga serta menjadi inspirasi bagi seluruh warga untuk bersama-sama menjaga kebersihan desa,” ungkap Andi Suhartono.

Ia berharap sinergi antara pemerintah desa dan organisasi kepemudaan terus diperkuat dalam mendukung pembangunan desa, tidak hanya di bidang sosial, tetapi juga kesehatan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

Karang Taruna Desa Lebbae berencana melanjutkan program bersih-bersih secara bergilir di Dusun Anjangmatekko, Dusun Lebbae, dan Dusun Tanrung II. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Baca Juga:  Gol, Tawa, dan Kebersamaan: Momen Hangat Pemimpin Sulsel dan Bone di Stadion Lapatau

Bagi para pemuda Desa Lebbae, kemerdekaan tidak hanya dimaknai melalui upacara dan kemeriahan perlombaan. Semangat kemerdekaan juga diwujudkan melalui aksi nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat. Sebab desa yang bersih adalah wajah masyarakat yang beradab, sementara gotong royong merupakan warisan luhur yang menjaga persatuan tetap hidup dari generasi ke generasi.

Melalui program perdana ini, Karang Taruna Desa Lebbae berharap gerakan peduli lingkungan dapat tumbuh menjadi budaya bersama. Dengan lingkungan yang bersih, saluran air yang lancar, serta meningkatnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, Desa Lebbae diharapkan menjadi desa yang sehat, nyaman, dan tangguh menghadapi berbagai tantangan lingkungan di masa mendatang.

Pos terkait